Hitung Biaya Pasang PLTS di Jakarta dengan Kalkulator PLTS

Kalkulator PLTS untuk Hitung Kebutuhan dan Penghematan Listrik Anda

Daftar Isi

Di tengah tren penggunaan energi terbarukan dan naiknya tarif dasar listrik, pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap menjadi alternatif menarik bagi pemilik rumah. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah: berapa sebenarnya biaya pasang PLTS di rumah? Artikel ini membahas perhitungan biaya pasang PLTS di rumah berdasarkan simulasi riil menggunakan Kalkulator PLTS Net Energy Meter milik PT.Sunergy Urban Nusantara, lengkap dengan potensi penghematan dan waktu balik modalnya.

Ilustrasi sebuah rumah dengan PLTS Atap. Hitung Biaya Pasang PLTS di Jakarta dengan Kalkulator PLTS
Ilustrasi sebuah rumah dengan PLTS Atap. Hitung Biaya Pasang PLTS di Jakarta dengan Kalkulator PLTS

 

Simulasi Biaya Pasang PLTS di Rumah (DKI Jakarta)

Berdasarkan asumsi berikut:

  • Provinsi: DKI Jakarta

  • Golongan Tarif PLN: R1 – 2200 VA

  • Daya Terpasang PLN: 2200 VA

  • Tagihan Listrik Bulanan: Rp 700.000

  • Tipe Modul: 300 Wp

  • Target Penghematan: 40%

Hasil simulasi menunjukkan rincian sebagai berikut:

Hasil Perhitungan Simulasi PLTS

  • Kapasitas Sistem: 1,69 kWp (6 modul @300 Wp)

  • Produksi Energi Surya: 194 kWh per bulan

  • Pemakaian Sendiri: 138 kWh

  • Ekspor ke PLN: 56 kWh

  • Tagihan Baru: Rp 420.000

  • Penghematan: Rp 280.000 (40%)

  • Biaya Sistem: Rp 25.341.509

  • Balik Modal: 8 tahun

  • Luas Atap yang Dibutuhkan: 11 m²

  • Emisi CO₂ Dihindari: 180 kg per tahun

  • Setara Jarak Mobil: 13.552 km per tahun

 

Penjelasan Perhitungan dan Asumsi

Biaya sistem PLTS dihitung berdasarkan asumsi harga pasar tahun 2020, yakni Rp 15 juta per kWp. Untuk sistem dengan kapasitas 1,69 kWp:

Biaya Sistem = 1,69 kWp x Rp 15.000.000 = ± Rp 25,3 juta

Biaya ini mencakup seluruh komponen seperti panel surya, inverter, kabel, mounting, dan instalasi. Nilai tersebut dapat berubah tergantung pada lokasi rumah, merek perangkat, hingga penyedia jasa yang dipilih. Yuk hitung sekarang dengan kalkulator nem

Kalkulator PLTS untuk hitung simulasi biaya pasang PLTS atap
Kalkulator PLTS untuk hitung simulasi biaya pasang PLTS atap

Manfaat Jangka Panjang

Dengan sistem PLTS ini, pengguna bisa menghemat sekitar Rp 280.000 per bulan dari plts atap. Dalam waktu 8 tahun, seluruh biaya investasi bisa kembali, dan setelah itu, listrik dari matahari bisa dinikmati secara gratis hingga 20–25 tahun ke depan, sesuai umur panel surya.

Selain penghematan ekonomi, pengguna juga ikut mengurangi emisi karbon sebesar 180 kg CO₂ per tahun, setara dengan pengurangan emisi dari mobil yang menempuh 13.552 km.

Faktor yang Mempengaruhi Biaya Pasang PLTS

  1. Kapasitas Sistem (kWp): Disesuaikan dengan konsumsi listrik harian dan target penghematan.
  2. Jenis Panel dan Inverter: Merek dan efisiensi teknologi dapat memengaruhi harga dan performa.
  3. Tipe Bangunan dan Atap: Kemiringan, arah hadap, luas atap, serta keberadaan pohon atau bangunan sekitar akan memengaruhi jumlah modul yang bisa dipasang.
  4. Kebijakan PLN dan Net Metering: Sistem on-grid seperti ini memungkinkan pengguna mengirim kelebihan energi ke PLN, yang akan dikonversi dalam tagihan.

 

Untuk rumah dengan tagihan listrik sekitar Rp 700.000 per bulan di wilayah DKI Jakarta, biaya pasang PLTS atap sebesar Rp 25 jutaan sudah bisa menekan tagihan hingga Rp 280.000 per bulan. Dengan masa balik modal 8 tahun dan umur pakai sistem yang jauh lebih lama, pemasangan PLTS jelas merupakan investasi yang cerdas dan ramah lingkungan.

Ingin tahu simulasi untuk rumah atau kantor Anda? Gunakan Kalkulator PLTS Sunergy atau hubungi kami langsung untuk bantu hitung dan pasang

Butuh Konsultasi?

Konsultasi, survei dan desain sistem gratis untuk anda. Mari gunakan teknologi bersih bersama kami. 

*syarat dan ketentuan berlaku