Jenis dan Cara Menghitung Kebutuhan Baterai PLTS: Panduan Praktis untuk Pemula

baterai PLTS

Daftar Isi

Mengapa Menghitung Baterai PLTS Itu Penting?

Dalam sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), baterai memiliki peran penting sebagai penyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh panel surya. Baterai memungkinkan Anda menggunakan energi saat malam hari atau saat matahari tidak bersinar. Namun, tidak semua sistem membutuhkan kapasitas baterai yang sama. Oleh karena itu, menghitung kebutuhan baterai secara tepat adalah langkah penting dalam merancang sistem PLTS yang efisien, ekonomis, dan tahan lama.

Langkah 1: Hitung Konsumsi Energi Harian

Pertama, Anda perlu mengetahui berapa banyak energi listrik yang digunakan setiap hari, biasanya dinyatakan dalam satuan watt-hour (Wh). Caranya adalah dengan menjumlahkan kebutuhan energi seluruh perangkat listrik.

Sebagai contoh:

  • Lima lampu LED 10 watt dinyalakan selama 5 jam: 10 W x 5 lampu x 5 jam = 250 Wh

  • Satu kipas angin 50 watt selama 4 jam: 50 W x 4 jam = 200 Wh

  • Satu TV LED 100 watt selama 3 jam: 100 W x 3 jam = 300 Wh

Total kebutuhan energi harian adalah 250 + 200 + 300 = 750 Wh

Langkah 2: Tentukan Hari Cadangan

Karena sistem tenaga surya tidak selalu menghasilkan listrik maksimal setiap hari, Anda disarankan memiliki cadangan energi selama dua hari sebagai antisipasi cuaca buruk.

Maka, kebutuhan energi total yang harus disimpan dalam baterai adalah:
750 Wh x 2 hari = 1.500 Wh

Langkah 3: Perhatikan Jenis Baterai dan Depth of Discharge (DoD)

Setiap jenis baterai memiliki tingkat pengosongan maksimum atau Depth of Discharge (DoD). DoD menunjukkan seberapa banyak kapasitas baterai yang bisa digunakan tanpa merusak baterai.

Berikut perbandingan singkat:

  • Baterai lead-acid: DoD sekitar 50 persen

  • Baterai AGM atau gel: DoD 60–70 persen

  • Baterai lithium iron phosphate (LiFePO₄): DoD 80–90 persen

Jika Anda menggunakan baterai lithium dengan DoD 80 persen, maka kapasitas baterai yang dibutuhkan adalah:
1.500 Wh / 0,8 = 1.875 Wh

Langkah 4: Konversi ke Ampere-hour (Ah)

Sebagian besar baterai dijual berdasarkan kapasitas dalam satuan Ampere-hour (Ah). Untuk mengubah Wh ke Ah, gunakan rumus:

Kap. Ah = Kap. Wh / Tegangan baterai (Volt)

Misalnya Anda menggunakan baterai 12V:
1.875 Wh / 12V = 156,25 Ah

Artinya, Anda membutuhkan baterai 12V dengan kapasitas minimal 160 Ah. Jika yang tersedia adalah baterai 100 Ah, Anda bisa menggunakan dua unit baterai tersebut secara paralel.

Jenis Baterai PLTS dan Karakteristiknya

  1. Baterai Lead-Acid
    Jenis ini paling umum dan ekonomis, namun memiliki DoD rendah dan masa pakai lebih pendek, sekitar 3–5 tahun. Cocok untuk kebutuhan ringan dan skala kecil.

  2. Baterai AGM/Gel
    Lebih tertutup dan bebas perawatan. Umumnya digunakan di lingkungan yang tidak memerlukan ventilasi khusus. Kapasitasnya stabil, tapi biaya sedikit lebih tinggi dari aki konvensional.

  3. Baterai Lithium (LiFePO₄)
    Baterai jenis ini kini menjadi pilihan utama sistem PLTS modern. Dengan DoD hingga 90 persen, bobot lebih ringan, umur pakai lebih dari 10 tahun, dan efisiensi tinggi, baterai lithium cocok untuk pengguna rumah tangga atau industri yang mengutamakan keandalan jangka panjang.

salah satu contoh dan merek baterai Lithium
salah satu contoh dan merek baterai Lithium

Peraturan dan Dukungan Pemerintah

Di Indonesia, sistem PLTS off-grid banyak digunakan di daerah terpencil. Pemerintah melalui Kementerian ESDM mendukung program PLTS dengan baterai melalui skema Indonesia Terang dan proyek PLTS komunal. Sementara itu, sistem PLTS atap yang tersambung jaringan PLN (on-grid) biasanya tidak memerlukan baterai karena sudah terhubung langsung ke sistem distribusi nasional.

Kesimpulan

Menghitung kebutuhan baterai PLTS harus mempertimbangkan konsumsi energi harian, hari cadangan, jenis baterai, dan kapasitas pengosongan. Dengan perhitungan yang akurat, Anda dapat merancang sistem tenaga surya yang hemat biaya, andal, dan sesuai dengan kebutuhan. Gunakan baterai lithium jika Anda ingin solusi jangka panjang yang minim perawatan. Jika ragu, konsultasikan dengan penyedia PLTS profesional seperti PT Sunergy Urban Nusantara agar sistem yang dibangun benar-benar optimal dan tahan lama.

Butuh Konsultasi?

Konsultasi, survei dan desain sistem gratis untuk anda. Mari gunakan teknologi bersih bersama kami. 

*syarat dan ketentuan berlaku