PLTS untuk Industri: Solusi Energi Efisien dan Berkelanjutan

Solar Panels For Factory, Warehouse & Industrial Buildings . Image source https://www.geogreenpower.com/

Daftar Isi

Dalam beberapa tahun terakhir, PLTS untuk industri telah menjadi pilihan strategis bagi banyak pelaku usaha di Indonesia yang ingin mengurangi biaya operasional dan mendukung transisi ke energi bersih. Peningkatan harga listrik konvensional serta tekanan global terhadap keberlanjutan menjadikan energi surya industri sebagai solusi masa depan yang layak dipertimbangkan hari ini.

Dengan memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), perusahaan industri tidak hanya dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, tetapi juga meningkatkan citra brand sebagai pelaku usaha yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Mengapa Industri Harus Beralih ke PLTS?

Industri adalah salah satu sektor penyumbang konsumsi energi terbesar di Indonesia. Pabrik manufaktur, gudang logistik, dan fasilitas produksi beroperasi hingga 24 jam dengan beban listrik tinggi. Ketika tarif listrik dari PLN terus meningkat, penghematan bisa dilakukan dengan berinvestasi pada sistem PLTS.

Berikut beberapa alasan kuat mengapa sektor industri mulai banyak mengadopsi PLTS:

  • Penghematan biaya listrik hingga 30–60% dalam jangka panjang.
  • Meningkatkan daya saing produk karena biaya operasional menurun.
  • Memenuhi standar ESG dan sertifikasi hijau yang makin dicari mitra internasional.
  • Manfaat pajak dan insentif dari pemerintah untuk pemanfaatan energi terbarukan.

Model Penerapan PLTS untuk Industri

Penerapan PLTS untuk industri dapat dilakukan dalam beberapa model, tergantung skala dan strategi bisnis:

1. PLTS Atap (Rooftop Solar)

Ini adalah solusi paling umum. Panel surya dipasang di atap pabrik, gudang, atau gedung industri. Sistem ini terhubung ke jaringan PLN (on-grid) dan menggunakan skema net metering untuk menyuplai dan menukar energi.

2. PLTS Off-Grid atau Hybrid

Cocok untuk industri di wilayah terpencil yang belum terjangkau jaringan PLN. Sistem ini menggunakan baterai untuk menyimpan energi, dan dapat dikombinasikan dengan genset atau sumber lain.

3. PLTS Skala Besar sebagai IPP

Untuk industri dengan kebutuhan energi tinggi atau kawasan industri terpadu, pembangunan pembangkit listrik tenaga surya skala besar dalam skema Independent Power Producer (IPP) PLN bisa menjadi solusi. Dalam skema ini, pihak pengembang atau konsorsium membangun pembangkit, dan menjual listrik ke PLN atau langsung ke konsumen melalui skema wheeling listrik.

Independent Power Producer (IPP) PLN: Peluang untuk Industri

IPP adalah skema di mana badan usaha swasta membangun dan mengoperasikan pembangkit listrik, kemudian menjual energi ke PLN melalui Power Purchase Agreement (PPA). Dalam konteks PLTS, IPP memungkinkan industri untuk:

  • Memiliki pasokan listrik stabil dan sesuai kebutuhan beban produksi.
  • Menjadi bagian dari program PLN EBT (Energi Baru Terbarukan).
  • Menghindari risiko fluktuasi tarif listrik PLN karena adanya kontrak jangka panjang.

Untuk industri besar, menjadi off-taker dari proyek IPP dapat menjamin keberlangsungan pasokan energi jangka panjang dan mendukung target keberlanjutan perusahaan.

Studi Kasus: PLTS Atap 1 MWp di Kawasan Industri Bekasi

Sebuah pabrik elektronik di Bekasi memasang sistem PLTS atap sebesar 1 Megawatt-peak (MWp) bekerja sama dengan kontraktor EPC lokal. Dengan konsumsi bulanan 120.000 kWh, sistem ini mampu menyuplai lebih dari 35% kebutuhan energi. Tagihan listrik bulanan menurun dari Rp 240 juta menjadi sekitar Rp 150 juta.

Selain itu, perusahaan berhasil memperoleh sertifikasi ISO 14001 dan mendapatkan kemitraan baru dengan mitra internasional yang mengedepankan praktik keberlanjutan. Payback period diperkirakan 5–6 tahun, sementara umur sistem PLTS mencapai 25 tahun.

Tantangan dan Solusi Implementasi PLTS Industri

Meskipun menawarkan banyak keuntungan, implementasi PLTS untuk industri juga memiliki beberapa tantangan, di antaranya:

  • Investasi awal yang cukup besar, meski dapat diatasi dengan skema leasing atau PPA.
  • Regulasi dan teknis perizinan yang perlu pemahaman mendalam.
  • Kapasitas atap terbatas atau lokasi kurang ideal untuk penyerapan sinar matahari.

Solusinya adalah memilih kontraktor EPC energi yang berpengalaman dan memahami regulasi lokal serta menyediakan simulasi teknis dan finansial yang akurat.

Masa Depan Energi Industri Ada di Tangan Surya

Indonesia memiliki potensi surya lebih dari 200 GW. Sektor industri dapat menjadi pendorong utama pencapaian target bauran energi 23% pada 2025. Semakin banyak perusahaan industri yang mengadopsi PLTS, maka semakin besar pula dampak ekonomi dan lingkungan yang bisa dihasilkan.

PT Sunergy Urban Nusantara: Mitra PLTS untuk Industri

PT Sunergy Urban Nusantara adalah perusahaan EPC yang berpengalaman dalam menyediakan solusi PLTS untuk industri, baik dalam bentuk rooftop solar, hybrid system, maupun proyek IPP berskala besar.

Kami menawarkan layanan end-to-end mulai dari studi kelayakan, desain teknis, pengurusan izin, instalasi, hingga pemeliharaan jangka panjang. Dengan pendekatan berbasis data dan efisiensi, kami membantu perusahaan industri menghemat biaya energi sekaligus memenuhi target keberlanjutan.

Siap mengoptimalkan energi industri Anda? Hubungi tim kami sekarang untuk konsultasi gratis dan simulasi penghematan energi.

Butuh Konsultasi?

Konsultasi, survei dan desain sistem gratis untuk anda. Mari gunakan teknologi bersih bersama kami. 

*syarat dan ketentuan berlaku